Artikel

Mengenal Penyakit Cacar Monyet

Congue iure curabitur incididunt consequat

Baru-baru ini dunia dihebohkan dengan laporan adanya penyakit “Monkey Pox” sehingga pada tanggal 23 Juli 2022 WHO menetapkan penyakit cacar monyet atau Monkeypox sebagai darurat Kesehatan global. Pada 6 Mei 2022 dilaporkan untuk pertama kali di negara non endemis yaitu di Inggris dengan tanpa riwayat perjalanan dari negara endemis. Peningkatan kasus terjadi di pertengahan libur musim panas di Eropa yaitu pada bulan Juli 2022. Pada 27 Juli sudah terdapat 75 negara yang melaporkan dengan jumlah kasus 17.156 kasus. Walaupun saat ini di Indonesia belum terdapat adanya laporan kasus penyakit Cacar Monyet tetapi perlu peningakatan kewaspadaan mengingat letak geografis Indonesia yang berisiko untuk masuknya wabah luar dari negara luar. Pertama kali penyakit Cacar Monyet pada manusia diidentifikasi pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo pada seorang anak laki-laki berusia 9 tahun. Sejak saat itu Republik Demokrasi Kongo secara rutin melaporkan sejumlah besar kasus, lebih dari 1.000 kasus suspek per tahun sejaka tahun 2005.

Sejak tahun 2016 kasus Monkeypox pada manusia dilaporkan dari The Central African Republic, The Democratic Republic of the Congo, Liberia, Nigeria, The Republic of the Congo, Sierra Leone. Pada tahun 2018-2019, konfirmasi kasus dilaporkan diantara pelaku perjalanan di Israel, Singapura, UK. Pada tahun 2021 Amerika melaporkan kasus Monkeypox dari pelaku perjalanan dari Nigeria.

Apa yang disebut Penyakit Cacar Monyet (Monkeypox)

Cacar monyet adalah penyakit zoonosis langka yang disebabkan oleh infeksi virus Monkeypox. Virus cacar monyet termasuk dalam genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae. Genus Orthopoxvirus juga termasuk virus variola (penyebab cacar), virus vaccinia (digunakan dalam vaksin cacar), dan virus cacar sapi.

Cara Penularan Cacar Monyet

Kasus Monkeypox di Indonesia memang belum ditemukan, tetapi tetap harus dilakukan kewaspadaan untuk menghindari penyebaran penyakit ini di Indonesia, karena saat ini pelaku perjalanan ke luar negeri sudah terbuka luas. Cara penularan dapat melalui manusia ke manusia ataupun dari hewan ke manusia.


Penularan dari manusia ke manusia

Monkeypox menyebar dari orang ke orang melalui kontak erat dengan seseorang yang memiliki ruam Monkeypox, termasuk melalui kontak tatap muka, kulit ke kulit, mulut ke mulut atau mulut ke kulit, termasuk kontak seksual. WHO masih mempelajari tentang berapa lama orang dengan Monkeypox dapat menularkan. Untuk situasi saat ini, penderita dapat menularkan sampai  semua lesi mereka berkerak, keropeng telah jatuh dan lapisan kulit baru telah terbentuk di bawahnya.


Cara penularan Monkeypox dari hewan ke manusia

Penularan virus Monkeypox melalui hewan yang sudah terinfeksi, terutama monyet dan hewan pengerat (rodent). Monkeypox dapat menular ke manusia melalui kontak fisik dengan hewan terinfeksi. Biasanya adalah hewan pengerat dan primata. Risiko tertular Monkeypox dari hewan dapat diturunkan dengan meminimalisir/menghindari kontak dengan hewan liar, terutama hewan sakit atau mati, termasuk daging dan darahnya. Di negara-negara endemik, makanan yang berisi daging atau bagian tubuh hewan perlu dimasak hingga matang sebelum dimakan.


Gejala awal Cacar Monyet antara lain :

1.    Demam, Menggigil

2.    Letih atau lemas

3.    Sakit kepala

4.    Batuk

5.    Mata merah

6.    Hidung berair

7.    Nyeri otot

8.    Hilang nafsu makan

9.    Pembengkakan kelenjar getah bening, yang ditandai dengan benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan

10. Ruam atau bintik merah di kulit

11. Bulu rontok

Dengan kita mengenal gejala penyakit Cacar Monyet diharapkan, penderita atau keluarga penderita segera berobat ke dokter atau fasilitas pelayanan Kesehatan pertama/Puskesmas untuk segera dilakukan Penyelidikan Epidemiologi supaya tidak terjadi penyebaran lebih luas di masyarakat, mengingat saat ini pelaku perjalanan sudah lebih terbuka.


Pencegahan Cacar Monyet

Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi virus cacar monyet, yang meliputi :

  • Hindari kontak dengan hewan yang dapat menjadi reservoir virus (termasuk hewan yang sakit atau yang ditemukan mati di daerah di mana cacar monyet terjadi).
  • Hindari kontak dengan bahan apa pun, seperti tempat tidur, yang pernah bersentuhan dengan hewan yang sakit.
  • Pisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi.
  • Lakukan cuci tangan yang baik dan benar setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi.
  • Menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien yang terinfeksi
  • Hindari mengkonsumsi daging yang belum matang.

Referensi :

1.  WHO, 12 Mei 2022, Monkeypox.

2.  Kementerian Kesehatan RI, tahun 2022, Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Monkeypox.

3.  http://www.b2b2vrp.litbang.kemkes.go.id

4. https://www.beautynesia.id/wellness/sudah-menyebar-di-12-negara-kenali-gejala-dan-cara-pencegahan-cacar-monyet/b 255900.

Artikel Lain

Close
Close