Artikel

Kewaspadaan DBD pada Masa Pandemi Covid-19

Congue iure curabitur incididunt consequat
Sumber foto : google

Dengue adalah penyakit tropis yang menular ditularkan oleh nyamuk dan ditandai dengan ruam, sakit kepala parah dan nyeri pada persendian. Nyamuk yang dapat menyebabkan penyakit Dengue adalah spesies aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan yang harus segera mendapat penanganan dan diwaspadai karena dapat menyebabkan kematian terutama pada kelompok anak anak. Pada saat ini masih pada masa pandemi Covid-19 perlu ditingkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan ko-infeksi penyakit demam berdarah dengue dan Covid-19. Di tengah pandemi Covid-19 kasus DBD terjadi peningkatan pada beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang bisa menjadi ancaman adanya ko infeksi demam berdarah dengue dan Covid-19 yang berdampak memperparah penyakit dan bisa berujung pada kematian.
Jumlah Kasus DBD di Jawa Barat s/d Bulan Mei 2021 sebanyak 6.152 kasus, tertinggi pada bulan April sebesar 1.756 kasus dengan 15 kematian jika dibandingkan dengan bulan lainnya. Kota Depok merupakan kota dengan kasus tertinggi pada periode Januari - Mei yaitu sebanyak 1029 kasus, hal ini hampir mendekati dengan kasus Januari – September tahun 2020. Posisi kedua ditempati oleh Kota Bandung sebesar 957 kasus, posisi ketiga ditempati kota Bekasi dengan 796 kasus. Kota dengan jumlah kasus paling rendah adalah kota Banjar dengan 13 kasus.
Kasus kematian s/d Bulan Mei di Jawa Barat sebanyak 49 kematian tertinggi terdapat pada kota Tasikmalaya dan Kab Bogor dengan jumlah 7 kematian, setelah itu kota Bogor dengan 5 kematian.
Incident Rate / Angka Kesakitan di Jawa Barat s/d bulan Mei 2021 sebesar tertinggi terdapat di kota Depok sebesar 41 / 100.000 penduduk. Posisi kedua ditempati oleh Kota Sukabumi dengan IR 39/100.000 penduduk, kemudian Kota Bandung dengan IR 38 / 100.000 penduduk. Kota dengan IR terendah adalah kabupaten Sukabumi sebesar 1/ 100.000 penduduk. Angka Kematian (CFR) di Jawa Barat masih berada diatas target yaitu kurang dari < 1 % dengan nilai CFR tertinggi adalah Kota Bogor sebesar 10,9% , Kota Banjar sebesar 7,7%, kota Cimahi sebesar 6,4%, Kab Indramayu sebesar 4,2%, Kab Pangandaran 4% Tasikmalaya sebesar 3,5%.
Jumlah kematian di bulan April mengalami kenaikan yaitu sebesar 15 kematian. Hal ini diperlukan kewaspadaan terhadap adanya kasus DBD dan kecepatan penanganan baik pada fasyankes tingkat pertama maupun rujukan.
Upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam pengendalian DBD adalah dengan cara :
1. PSN 3 M Plus melalui gerakan 1 rumah 1 jumantik.
2. Menanam tanaman pengusir nyamuk seperti pohon Zodia, lavender, kemangi, sereh dll.
3. Gunakan lotion anti nyamuk.
4. Ikanisasi
Bagaimana peduli DBD ?
Lakukan PSN 3M Plus secara bermutu, berkesinambungan, terus menerus, tepat sasaran dan tingkatkan kepedulian terhadap lingkungan kita.

Penulis : Elfi Cut Mutia, SKM, MKM

Artikel Lain

Close
Close