Tanggal : 27 Jul 2016

PERTEMUAN PENJARINGAN KESEHATAN ANAK USIA SEKOLAH DAN REMAJA DI PROVINSI JAWA BARAT

Penulis : yandasus
Dibaca : 2457 Kali

Print Friendly and PDF
Bandung, (27/07) Pertemuan penjaringan kesehatan usia anak sekolah dan remaja di tingkat provinsi Jawa Barat berlangsung selama empat hari mulai tanggal 25 – 28 Juli 2016 bertempat di de Java Hotel Bandung. Pertemuan dihadiri oleh beberapa tamu undangan, yaitu  Kepala Seksi/Pengelola Kesehatan Anak Sekolah & Remaja di seluruh Kabupaten & Kota Se Jawa Barat, Kepala Puskesmas di 10 Kabupaten Fokus Lokus di Jawa Barat, Lintas Program & sektor di Lingkungan OPD Provinsi dan tamu undangan lainnya. 

Pertemuan ini membahas mengenai permasalahan kesehatan dan perilaku berisiko pada anak usia sekolah dan remaja yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Pelaksanaan kebijakan usaha kesehatan di sekolah pada kenyataannya sampai dengan saat ini masih terkendala oleh berbagai persoalan. Dari hasil evaluasi Dirjen Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2012 menyatakan bahwa : (1) prinsip hidup sehat dengan derajat kesehatan peserta didik belum mencapai tingkatan yang diharapkan; (2) cakupan kegiatan UKS belum seimbang dengan tujuan penyelenggaraan UKS; (3) ancaman penyakit epidemis dan kekurangan gizi masih sangat tinggi; (4) makin meningkatnya masalah kesehatan peserta didik akibat kurangnya sanitasi jamban dan air bersih, meningkatnya pecandu narkoba, meningkatnya HIV akibat hubungan seksual, dan perilaku hidup tidak bersih; (5) kurangnya sumber daya manusia yang menangani UKS; (6) terbatasnya sarana dan prasarana UKS; (7) tidak terpenuhinya pencatatan dan pelaporan kegiatan UKS; dan (8) kurangnya koordinasi dan komitmen dalam penyelenggaraan UKS. 

Menurut Riskesdas tahun 2013, masalah kesehatan anak usia sekolah sangat kompleks dan bervariasi seperti : 
  1. Antara 26,4% anak usia kelompok SD/MI DAN SMP/MTs menderita anemia gizi yang dapat berpengaruh pada prestasi belajarTerkait Perilaku berisiko yang dilakukan oleh anak remaja atau kelompok usia anak sekolah seperti :
    • merokok pada 18,3% anak usia 15-19 tahun,
    • kurang aktivitas fisik pada 35,4% anak usia 15-19 tahun,
    • kurang mengkonsumsi sayuran pada 95% anak usia 13-15 tahun,
    • tidak menggosok gigi secara benar pada 92,3% anak usia 13-15 tahun, 
    • tidak mencuci tangan dengan benar pada 80% anak usia 13-15 tahun.
Pertemuan yang diselenggarakan ini merupakan upaya terhadap kegiatan penjaringan kesehatan anak usia sekolah dan remaja  diberbagai tingkatan  pada jenjang pendidikan sekolah melalui sinergitas kegiatan yang mengacu pada Peraturan Bersama 4 Menteri  No.6/X/PB/2014, No.73 Th.2014, No.41 Th.2014, dan No.81 Th.2014 : Kementerian Pendidikan & Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama dan  Kementerian Dalam Negeri,  tentang Unit Kesehatan Sekolah /Madrasah :
  1. Perlu adanya Peningkatan Koordinasi yang sinergi antara TP UKS Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan sampai di tim Pelaksana di sekolah dan madrasah.
  2. Perlunya Penyususunan Perencanaan kegiatan TP UKS/M dan fasilitasi penyusunan perencanaan TP.UKS/M secara berjenjang baik dari TP.UKS/M Kabupaten/Kota Kecamatan sampai ke Tim Pelaksana di Sekolah/Madrasah.
  3. Melaksanakan Pembinaan TP UKS/M TP.UKS/M secara berjenjang baik dari TP.UKS/M Kabupaten/Kota Kecamatan sampai ke Tim Pelaksana di Sekolah/Madrasah.
  4. Perlunya Pelaporan kepada TP.UKS/M Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, sedikitnya setiap 6 bulan sekali dan mengkoordinasikan pelaporan secara berjenjang baik dari Kabupaten/Kota, Kecamatan dan TP.UKS/M.
  5. Menyediakan Buku Rapor Kesehatanku bagi peserta didik SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA untuk dapat digunakan mulai Tahun Ajaran 2017/2018.
  6. Bagi Sekolah atau Kabupaten/Kota yang sudah mulai dengan menggunakan Software Penjaringan untuk terus berkoordinasi dengan Kabupaten/kota dan Provinsi, agar terus bisa dipantau secara terus menerus.
  7. Jawa Barat telah mendeklarsikan tentang JABAR TOLAK KEKERASAN di Halaman Gedung Sate oleh Bapak Gubernur pada hari, Senin, 18 Juli 2016, Untuk itu diharapkan upaya pencegahan dan pengendalian kekerasan fisik, psikis, seksual di TK/RA, SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA mulai tahun ajaran 2016/2017.
  8. Melaksanakan pencegahan anemia pada remaja puteri SMP/MTs dan SMA/SMK/MA, melalui pemberian Tablet Tambah Darah mulai tahun ajaran 2016/2017.
Untuk saat ini, kegiatan penjaringan kesehatan ditahun 2015, puskesmas yang melaksanakan penjaringan kesehatan anak usia sekolah dan remaja tahun ajaran 2014-2015, meliputi :
Puskesmas melaksanakan Penjaringan di tingkat SD/MI        : 93,65 %
Puskesmas melaksanakan Penjaringan di tingkat SMP/MTs   : 70,65 %
Puskesmas melaksanakan Penjaringan di tingkat SMA/MA    : 69,94 %

Diharapkan melalui pertemuan ini semua pihak terkait dapat memberikan kontribusi yang sangat bermanfaat untuk kesehatan anak usia sekolah di Jawa Barat.



Post Terkait

Poling

Menurut anda Tampilan Web site Diskes Provinsi Jawa Barat

Sangat Baik
Baik
Sedang