Tanggal : 14 Aug 2008

Jurnal of Medicine: Berita Buruk Picu Serangan Jantung

Penulis : admin web
Dibaca : 2480 Kali

Print Friendly and PDF
Rahasia dampak berita buruk yang mampu mengejutkan jantung mampu dipecahkan oleh tim riset dari John Hopkins University pimpinan Ilan Wittstein. Seperti yang dipublikasikan melalui the New England Journal of Medicine, Ilan Wittstein menyatakan bahwa berita buruk berhubungan erat dengan pelepasan sejumlah hormon.

Sejumlah hormon seperti adrenalin dan hormon terkejut lainya, disebut-sebut mampu mengejutkan jantung setelah seseorang mendengar kabar buruk atau sedih. Dari studi yang dipublikasikan itu disebut pula bahwa jika tidak ditangani dengan benar maka hal itu bisa disalah artikan sebagai sebuah serangan jantung.

Karena kejutann yang ditimbulkanya hanya berlangsung sementara terutama pada akhir pekan saja. Setelah melakukan penelitian atas 19 pasien yang datang ke rumah sakit dengan gejala yang sama dengan serangan jantung para peneliti melihat bahwa tidak seperti gejala serangan jantung lainya pada pasien yang umumnya para wanita manula ini tidak ditemukan penyumbatan darah pada arterti seperti umumnya para penderita serangan jantung lainnya.

Para dokter yang semula menganggap sebagai serangan jantung itu menemukan adanya tumbukan `stress hormones` yang tinggi terutama pada `adrenalin` dan `noradrenalin` pada pasien di dalam darah mereka. Merurut para periset, `stress hormones` bisa menjadi racun pada jatung dan sangat efektif untuk menjadi sebuah kejutan.

Pasien yang mengalami stress juga memiliki hormon tinggi pada otak yang disebut dengan `brain natriuretic peptide` sekaligus sebagai indikasi bahwa jantung bekerja diatas normal. Hasil pantauan dengn menggunakan `echocardiograms` yang digunakan untuk mengukur tingkat fungsi jantung juga menunjukan gelombang yang unik setelah seorang pasien dikabarkan mengalami serangan jantung.

Dalam kasus serangan jantung, seorang pasien baru bisa memulihkan kondisi setelah beberapa pekan atau bulan. Yang pasti tim periset dari University of Hopkins ini tidak menjelaskan bagaimana `stress hormones` bisa berdampak pada jantung.

Mereka hanya melihat kemungkinan sebuah cairang kimia yang bisa mempengaruhi denyut jantung sehingga jantung mengalami kelebihan beban. Tim merekomendasikan dilakukanya penelitian lanjutan kepada orang-orang yang secara genetika memiliki kondisi semacam ini. (mydoc/t2t)

Sumber : http://www.kapanlagi.com/newp/a/0000001902.html

File : Jurnal of Medicine.doc


Post Terkait

  • Yang Wajib Diketahui Seputar Penularan MERS

    Tanggal : 07 May 2014

    Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS) kini telah menyebar luas ke berbagai belahan dunia. Penyakit yang disebabkan oleh virus korona ini sudah menyebabkan 100 kematian di berbagai negara.

    Meski kasus MERS belum ditemukan di Indonesia, kita tetap perlu waspada terhadap penyakit i ...Selengkapnya...


  • SURAT EDARAN WALIKOTA BANDUNG TENTANG KEWAJIBAN MEMILIKI DOKUMEN LINGKUNGAN HIDUP

    Tanggal : 22 Apr 2014

    Berikut kami cuplikan Surat Edaran Walikota Bandung No. 660/SE.20-BPLH tanggal 20 Februari 2014 tentang Kewajiban Memiliki Dokumen Lingkungan Hidup.

                         Menindak lanjuti ...Selengkapnya...


  • Ini Lho Hubungan Antara TB dengan HIV-AIDS

    Tanggal : 04 Mar 2014

    TB atau Tuberkulosis adalah penyakit yang menginfeksi saluran pernapasan dan paru-paru. Gejala umum yang ditemui pada TB antara lain batuk parah, demam dan kehilangan berat badan secara terus menerus. Lalu, apa hubungan antara TB dan HIV-AIDS?

    Laporan WHO menyebutkan 8,6 juta ora ...Selengkapnya...


  • Citarum Masuk 10 Sungai Terkotor Dunia

    Tanggal : 23 Feb 2014

    Berbagai media lokal sampai internasional telah merilis bahwa sungai citarum termasuk satu dari sepuluh sungai terkotor di dunia. Tentunya hal ini sangat memprihatinkan, mengingat sedikitnya 20 juta orang kehidupannya sangat bergantung terhadap sungai citarum.

    Hal itu terungkap s ...Selengkapnya...


  • Tips Mencegah KLB Diare saat Banjir

    Tanggal : 23 Jan 2014

    Pemerintah sudah menetapkan Jakarta dalam keadaan Tanggap Darurat selama 10 hari sampai tanggal 27 Januari 2013, saat ini kondisi banjir juga belum surut di beberapa lokasi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga memprediksi bahwa hujan dengan intensitas sedang masih bisa turun ...Selengkapnya...


Poling

Menurut anda Tampilan Web site Diskes Provinsi Jawa Barat

Sangat Baik
Baik
Sedang