Berita

Affordability Project Resmi Dibuka Sebagai Kiat Menanggulangi Diabetes Melitus

Congue iure curabitur incididunt consequat

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jawa Barat resmi membuka program Affordability Project yakni Pelatihan Pengelolaan Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 secara Komprehensif Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FTKP) di Ruang Multimedia, Gedung UPTD Pelatihan Kesehatan, Selasa (10/8/2022).

Upaya yang dilakukan dalam pencegahan dan pengendalian DM di Jawa Barat menurut Kadinkes difokuskan kepada kegiatan promotif/edukasi dan preventif terutama deteksi dini. Kegiatan deteksi dini ini meliputi faktor risiko PTM termasuk DM dilaksanakan di UKBM (Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat)/Posbindu, selain itu juga dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan dalam kegiatan PANDU PTM di Puskesmas.

“Oleh karena itu, perlu suatu upaya dan kerja keras petugas di lapangan untuk mendata dan mengidentifikasi kembali pasien yang selama ini telah sempat tertangani di puskesmas dan begitupun dengan kegiatan penjaringan perlu dioptimalkan, baik penjaringan di Posbindu PTM maupun penjaringan di layanan PANDU PTM. Untuk itu diperlukan penguatan secara perventif dan promotif serta diperlukan juga penguatan secara kuratif di FKTP,” katanya.

Bekerja sama dengan Novo Nordisk, Kadinkes berharap pasien diabetes melitus pada 46 puskesmas daerah terpencil bisa tertangani dengan baik sehingga akan berdampak pada peningkatan capaian standar pelayanan minimal (SPM) di Provinsi Jawa Barat.

Data Riskesdas tahun 2018 dibandingkan dengan data Riskesdas tahun 2013  telah terjadi peningkatan berdasarkan hasil pemeriksaan gula darah sebesar 6,9% menjadi 8,5%. Sedangkan di Provinsi Jawa Barat berdasarkan hasil Riset Kesehatan Daerah (Riskesdas) pada tahun 2018, prevalensi DM di Jawa Barat adalah 1,74% dibawah angka nasional. Pada tahun 2021 telah ditemukan penyandang DM sebanyak 46.837 org, pasien DM yang dilayani sesuai standar sebanyak 17.379 org (37,1%).

“Saya berharap kepada semua peserta pelatihan yang diundang pada kesempatan ini untuk dapat bisa mengikuti pelatihan ini sampai selesai, saudara akan dibekali pengetahuan dan ketrampilan dalam pengelolaan pasien DM. Saya juga berharap setelah pelatihan ini, para peserta bisa serta mampu melaksanakan kegiatan pengendalian dan pengelolaan pasien DM secara optimal diwilayahnya masing-masing,” tutup Kadinkes.

Pelatihan ini diikuti oleh dokter umum di FKTP dan akan dilaksanakan selama tiga hari pada 10 hingga 13 Agustus 2022.

Berita Lain

Close
Close