Berita

PUSPA 2022

Congue iure curabitur incididunt consequat

Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, yang lebih mengutamakan  upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya.

Sejak pandemi, Covid-19 yang dinyatakan sejak 2020 sampai saat ini masih menjadi masalah  kesehatan masyarakat yang utama. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah berkolaborasi dengan semua unsur di masyarakat dalam pengendalian penyebaran Covid-19.

Puskesmas berperan penting dalam upaya penanggulangan covid-19 melalui kegiatan testing, tracing dan treathment (3t) serta pelaksanaan program vaksinasi covid-19.

Hasil survey yang dilakukan oleh Cisdi pada 647 puskesmas menunjukkan bahwa 45% di antaranya belum mendapatkan pelatihan pencegahan dan pengendalian infeksi Covid-19. Selain itu, lebih dari 50% puskesmas hanya memiliki satu tenaga promosi kesehatan dan tidak terdapat tenaga epidemiologi yang merupakan tenaga penting dalam penanggulangan wabah. Keterbatasan fasilitas diagnostik dan alat pelindung diri menjadi hambatan dalam menemukan dan melacak kasus. Sejumlah 50% puskesmas hanya mendapat kuota tes paling banyak 50 per hari. Lebih dari 80% puskesmas hanya melakukan pelacakan ke 0-10 kontak untuk setiap kasus positif yang ditemukan.

Jawa Barat memiliki komitmen yang sangat tinggi dalam percepatan penanggulangan wabah Covid-19 dengan menetapkan key performance indicator (KPI) untuk mengetahui aspek proses dan enabling factors. Intervensi dan pemantauan yang menyeluruh dapat membantu pemerintah Jawa Barat merespon dengan cepat dan tepat sasaran. 

Program Puskesmas Terpadu dan Juara (Puspa) merupakan inovasi Jawa Barat terkait penguatan puskesmas dalam meningkatkan penanggulangan  Covid-19, peningkatan vaksinasi dan pencapaian SPM kabupaten/kota terutama pada pelayanan kesehatan pada hipertensi sesuai standar, diabetes melitus dan meningkatkan status gizi pada anak.

Tujuan program ini diadakan adalah program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan surveilans  tenaga kesehatan di puskesmas dalam melakukan penyelidikan, pengujian dan pengelolaan kasus Covid-19 sesuai dengan standar pemerintah, meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan di puskesmas dalam melakukan modifikasi layanan vaksinasi Covid-19.

Lalu meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dan kader kesehatan di wilayah kerja puskesmas dalam melakukan komunikasi perubahan perilaku, dan pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan cakupan layanan kesehatan esensial pada penyakit hipertensi dan diabetes.

Ruang lingkup  pelaksanaan kegiatan  ini sebagai berikut:

1.    Rekrutmen tenaga kesehatan

2.    Peningkatan kapasitas pelakasanaan program

Pelaksanaan:

1.    Upaya pelacakan kasus

2.    Upaya testing

3.    Isolasi dan karantina

4.    Vaksinasi Covid-19

5.    Edukasi kesehatan pencegahan Covid-19

6.    Pemulihan layanan esensial: gizi dan penyakit tidak menular

 Kemudian indikator kegiatan Puspa adalah:

1.    Penurunan  lebih 50% kasus baru dalam 2 minggu terakhir.

2.    Jumlah kematian dibawah 3 %

3.    Rasio positif kurang dari 5% dalam 2 minggu terakhir.

4.    Meningkatnya cakupan vaksinasi dosis 1 dan 2.

Meningkatnya jumlah puskesmas yang melaksanakan modifikasi layanan kesehatan esensial PTM dan gizi.

Berita Lain

Close
Close