Artikel

Melawan Sedentary Life Style Bagi Pekerja Kantor

Congue iure curabitur incididunt consequat

Kemudahan akses dan teknologi di era digital membawa kita kepada kehidupan yang lebih praktis dan efisien. Hal ini juga terjadi pada aktivitas keseharian di dunia kerja ataupun perkantoran. Dimana yang sebelumnya aktivitas, kegiatan, bahkan sistem sekalipun harus dilakukan beberapa tahapan, sekarang sangat dipermudah dan dipercepat oleh teknologi. Hal yang sepele saja, mungkin dulu ketika dikantor jam makan siang tiba, kita harus berjalan kaki menuju kantin, tidak halnya sekarang, mulailah tersedia berbagai aplikasi kemudahan sehingga kita tidak perlu lagi berjalan kaki menuju ke kantin, karena kita dapat menggunakan aplikasi aplikasi online makanan. Mudahkan?. Apalagi dateline yang menumpuk atau rapat yang sedang berlangsung. Sehingga muncul beberapa kalimat dari seorang pekerja: “Lagi mager nih, pesen makanan online aja yuk?”. Contoh hal lainnya saja, kegiatan rapat yang lebih banyak menggunakan rapat daring, hal ini tentu yang tidak memerlukan kita untuk melangkah kaki, walaupun hanya 5 sampai 10 langkah menuju ruang rapat. Bahkan untuk rapat yang ruangannya hanya satu lantai dibawah ruangan kerja, mungkin lebih memilih menggunakan lift dibandingkan harus berjalan menggunakan tangga. Hal ini tentunya belum disadari oleh pekerja dan perusahaan sebagai cikal bakal sedentary life style di lingkungan tempat kerja.

 

Sedentary life style adalah gaya hidup seseorang yang kurang bergerak aktif atau kurang melakukan aktivitas fisik. Jadi wajar saja hasil dari Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) Tahun 2018 yaitu 36,5% aktivitas fisik kurang pada pekerjaan berstatus ASN, BUMN, BUMD ditambah pegawai swasta sebesar 34,3%, dan dengan status pekerjaan yang sama, memiliki presentase tertinggi untuk penyakit diabetes melitus, sedangkan untuk penyakit hipertensi  merupakan presentase kedua terbesar dari jenis pekerjaan tersebut, yang dapat diasumsikan merupakan pekerjaan pekerjaan kantoran.

 

Ada dua point penting dalam sedentary life style pada pekerja yang sangat berperan dalam timbulnya  permasalahan bagi kesehatan kerja, yaitu kurangnya bergerak aktif atau melakukan aktivitas fisik di tempat kerja dan disertai dengan pola makan yang tidak sehat, seperti kurang buah dan sayur, tinggi karbohidrat, garam, gula dan lemak. Dua point ini menjadi duet maut meningkatnya kasus obesitas dan hipertensi pada pekerja. Penyakit – penyakit degeneratif ini tentu berdampak tidak hanya pada kerugian individu saja, tetapi berdampak pada produktivitas di tempat kerja, absensi, dan biaya – biaya lain yang tentunya menjadi beban bagi kantor ataupun institusi.Lalu bagaimana melawan sedentary life style ini?

 

Pekerja adalah investasi bagi perusahaan. Perusahaan tentunya mengharapkan pekerja yang sehat, bugar dan produktif. Peran perusahaan dalam melawan sedentary life style sangat penting melalui komitmen perusahaan. Komitmen perusahaan dalam meningkatan kesehatan dan kebugaran karyawan dapat berdampak positif bagi citra maupun keuntungan perusahaan itu sendiri.

 

Aplikasi dari komitmen perusahaan yang dapat dilakukan dalam melawan sedentary life style pada pekerja, antara lain adalah skrining kesehatan dan pengukuran kebugaran jasmani secara rutin, ini menjadikan deteksi dini bagi pekerja untuk pencegahan berbagai penyakit. Kegiatan skrining kesehatan dan pengukuran kebugaran ini dapat dilakukan persemester atau tahunan.

 

Kedua adalah kebijakan makanan dan snack rapat yang lebih sehat, yaitu dengan memperbanyak buah dan sayur, makanan rendah minyak, gula, dan garam. Begitu juga dengan makanan – makanan yang dijual dikantin adalah makanan – makanan yang sehat.

 

Selain itu  hal yang terlihat ringan namun sangat berdampak signifikan untuk meningkatkan aktivitas fisik pada pekerja adalah kebijakan penggunaan lift, kita semua mengetahui bahwa biaya listrik lift dikantor tidaklah sedikit, pengefisiensian penggunaan lift sangat berarti bagi perusahaan. Lift hanya dipergunakan untuk pra lansia ( lanjut usia ), lansia dan orang dengan keterbatasan penyakit maupun risiko  tinggi, pegawai yang hanya menuju ke 1 lantai di bawah ataupun diatasnya harus menggunakan tangga.

 

Senam peregangan atau refreshing juga menjadi alternatif bagi pekerja agar dapat bergerak aktif setelah dua jam bekerja untuk mengurangi kekakuan pada otot tubuh dan tentunya dapat meningkatkan semangat dan konsentrasi kembali untuk bekerja. Program lain yang bisa dilakukan oleh perusahaan adalah Program Jumsihat (Jumat Bersih dan Sehat) adalah salah satu program ditempat kerja yang dapat meningkatkan aktivitas fisik pada pekerja, yaitu tiap minggu di hari jumat seluruh pekerja harus membersihkan ruangannya masing – masing dan melakukan kegiatan olahraga – olahraga yang disukai dan tentunya sesuai dengan tingkat kebugaran pekerja. Kegiatan olahraga rutin di tempat kerja ini akan membentuk kelompok – kelompok olahraga di lingkungan kantor. Olahraga rutin juga harus dilakukan pekerja dalam kehidupan sehari hari, sehingga para pekerja mempunyai kebiasaan untuk berolahraga.

 

Perusahaan secara berkelanjutan melakukan monitoring dan peninjauan langsung secara berkala dalam program kesehatan kerja dan peningkatan aktivitas fisik  dalam upaya melawan sedentary life style ditempat kerja. Kegiatan monitoring dan evaluasi program ini dapat dilakukan dengan form ceklist ataupun dengan diskusi aktif dengan para pekerja, yang nanti ada beberapa inovasi atau saran untuk pelaksanaan program kedepan.

 

Pekerja sehat, bugar dan produktif adalah asset bagi perusahaan.



Penulis : 

Dewi Ratnasari, SKM. M.Si 

Pembimbing kesehatan kerja ahli muda

Artikel Lain

Close
Close