Tanggal : 03 Oct 2019

Program Eliminasi Kaki Gajah & Reduksi Cacingan di Jawa Barat

Penulis : developer
Dibaca : 52 Kali

Print Friendly and PDF

PROGRAM ELIMINASI KAKI GAJAH

& REDUKSI CACINGAN

DI JAWA BARAT

Bertepatan pada setiap Bulan Oktober yang merupakan Bulan Eliminasi Kaki Gajah dimana pada daerah Endemis Filariasis/Kaki Gajah diharapkan semua penduduk usia 2 – 70 tahun minum obat pencegahan Filariasis secara serentak. Filariasis merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria yang menyerang saluran dan kelenjar getah bening dan ditularkan oleh nyamuk/vector. Penyakit kaki Gajah dapat merusak system limfe dan menimbulkan pembengkakan pada tangan, kaki, glandula mammae dan scrotum, menimbulkan kecacatan semur hidup serta stigma social bagi penderita dan keluarganya. Kementerian Kesehatan RI menetapkan Kebijakan apabila Kabupaten/Kota dinyatakan sebagai daerah endemis Filariasis maka harus melaksanakan Pemberian Obat Pencegahan (POPM) Filariasis selama 5 tahun dengan implementasi unit 1 Kabupaten/Kota, setelah menyelesaikan POPM Filariasis selama 5 tahun dilakukan survei prevalensi mikrofilaria, apabila Mf Rate < 1 % maka bisa memasuki tahap Surveilans Paska POPM Filariasis yang dilaksanakan dengan Survei Penilaian Kejadian Penularan Filariasis/ Transmission Assesment Survey selama 3 kali dengan jarak minimal 2 tahun, apabila hasil TAS yang positif dibawah nilai ambang batas maka dinyatakan lulus dan berhak menerima Sertifikasi Eliminasi Filariasis bila sudah lulus pada tahap TAS yang ke 3. Pada tahun ini di Jawa Barat terdapat 3 Kabupaten yang sedang melaksanakan Pemberian Obat Pencegahan (POPM) Filariasis putaran ke 5 yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Kuningan. Sedangkan yang sudah menyelesaikan POPM Filariasis dan saat ini sedang pada tahap monitoring dan evaluasi dengan survei penilaian kejadian penularan Filariasis/Transmission Assesment Survey adalah Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Subang, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Karawang. Sedangkan yang sudah menerima Sertifikasi Eliminasi Filariasis adalah Kota Bogor, Kota Depok dan Kabupaten Bandung.


Pada Kabupaten Kota yang bukan daerah endemis Filariasis harus juga melaksanakan pelacakan kasus dan tatalaksana kasus kronis. Diharapkan dengan menemukan kasus klinis akut pada penderita dapat dicegah adanya kecacatan permanen pada penderita dan dengan melakukan tatalaksana kasus kronis secara rutin pada penderita minimal 7 kali kunjungan pada setiap kasus dapat membatasi kecacatan pada penderita. Pada tahun 2019 Provinsi Jawa Barat sudah melaksanakan Pertemuan on the job training Pelacakan Kasus dan Managemen Tatalaksana Kasus ke dokter,petugas pengelola Program Puskesmas dan lintas program terkait ke Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Sukabumi, Kota Cirebon dan Kabupaten Pangandaran.


Sedangkan Kabupaten/Kota yang merupakan daerah penanggulangan stunting melaksanakan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Cacingan 2 kali setahun dan yang bukan daerah pennggulangan Stunting melaksanakan POPM Cacingan 1 kali setahun. Sasaran POPM Cacingan adalah anak usia 1 – 12 tahun dengan pemberian obat Albendazol. Pemberian obat albendazole 400 mg pada anak usia 1 tahun sebanyak ½ tabet sedangkan 2 – 12 tahun sebanyak 1 tablet. Diharapkan dengan pelaksanaan POPM Cacingan di Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat selama 5 tahun prevalensi cacingan anak < 10%. Pada tahun 2019 terdapat 13 Kabupaten/Kota yang melaksanakan POPM Cacingan 2 kali setahun, 1 Kabupaten yang melaksanakan POPM Cacingan pada Desa Lokus stunting 2 kali setahun (Kab. Bandung) dan 12 Kabupaten/Kota yang melaksanakan POPM Cacingan 1 kali setahun.


File :


Post Terkait

Poling

Menurut anda Tampilan Web site Diskes Provinsi Jawa Barat

Sangat Baik
Baik
Sedang