Tanggal : 31 Oct 2017

Kegiatan Deteksi Dini Terhadap Kanker Serviks dan Kanker Payudara 30 Oktober 2017

Penulis : Agus Salim
Dibaca : 2817 Kali

Print Friendly and PDF
Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian manusia, dan hampir dipastikan munculnya tanpa tanda dan gejala, sehingga banyak kasus-kasus yang terkena kanker datang dalam kondisi yang sudah parah (stadium lanjut)

Penyakit kanker sangat banyak jenisnya, dan diantara penyakit-penyakit kanker, kanker serviks dan kanker payudara lah yang paling banyak menyerang kaum wanita dan sebagai penyebab kematian utama kaum perempuan di Dunia.

Upaya pencegahan kanker leher Rahim menggunakan metode insfeksi VisuaL Asam asetat (IVA-test). Pemeriksaan IVA merupakan pemeriksaan skrining alternatif dari pap smear karena murah, praktis, sangat mudah untuk dilaksanakan dan peralatan sederhana serta dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan selain dokter ginekologi. Adapun deteksi kanker payudara oleh tenaga klinis yaitu perabaan pada payudara dan sekitarnya oleh tenaga klinis untuk mendeteksi adanya benjolan pada payudara.

Data  Globocan tahun 2012 menyebutkan bahwa penyakit kanker yang paling banyak menyerang kamum perempuan yaitu kanker payudara namun untuk kanker serviks menjadi penyebab kematian tertinggi

       Di Indonesia berdasarkan hasil Riskesdas 2013, prevalensi kanker leher Rahim sebesar 0.8 ‰ dan kanker payudara sebesar 0.5 ‰, adapun di Jawa Barat pada tahun yang sama sebesar  0.7 ‰ untuk kanker leher Rahim dan 0.3 ‰ untuk kejadian kanker payudara.

Laporan hasil konsultasi WHO menyebutkan bahwa IVA dapat mendeteksi lesi tingkat pra kanker (high-Grade Precanceraus Lesions) dengan sensitivitas sekitar 66-96% dan spesifitas 64-98%. Sedangkan nilai prediksi positif (positive predective value) dan nilai prediksi negatif (negative predective value) masing-masing antara 10-20% dan 92-97%

Pada tanggal 21 April 2015 sekaligus memperingati hari Kartini dilaksanakan pencanangan Program Percepatan Peran Serta Masyarakat dalam Pencegahan dan Pengendalian Kanker Pada Perempuan Indonesia 2015-2019, pencanangan tersebut terkait dengan rencana strategis nasional bidang kesehatan khususnya penanggulangan kanker pada perempuan Indonesia dengan target 50% penduduk wanita usia 30-50 tahun terperiksa secara dini kanker serviks dan payudara melalui metode IVA-SADANIS.

Menindaklanjuti pencanangan tersebut, pada bulan Oktober dicanangkan sebagai bulan detelsi dini, wujudkan wanita Indonesia bebas kanker melalui Tes IVA dan SADANIS. Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tanggal  30 Oktober melaksanakan kegiatan Talkshow dan pemeriksaan Tes IVA-SADANIS untuk mendeteksi secara dini  kanker Serviks dan Payudara bagi karyawati dan istri karyawan. Harapan dari kegiatan tersebut yaitu meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri guna mencegah kanker serviks dan payudara di fasilitas kesehatan tingkat pertama yang telah memiliki pelayanan tes IVA-SADANIS.

Kegiatan Talkshow dan Pemeriksaan secara dini kanker Serviks dan Payudara di buka oleh Gubernur Jawa Barat, dan diawali dengan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr.H. Dodo Suhendar, MM selaku  ketua pelaksana kegiatan, kemudaian dilanjutkan dengan sambutan Ketua TP-PKK Jawa Barat. Narasumber talkshow terdiri dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, TP-PKK Provinsi Jawa Barat,  dokter spesialis bedah onkologi dan dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari RSHS. Upaya pencegahan dan pengendalian Kanker Serviks dan Payudara serta kebijakan pemerintah dalam penanggulangan kanker menjadi materi talkshow, adapun kegiatan pemerksaan deteksi dini kanker Serviks dan Payudara dilaksanakan di poliklinik Setda Provinsi Jawa Barat dengan tenaga pelaksana dari RSHS dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).


Post Terkait

Poling

Menurut anda Tampilan Web site Diskes Provinsi Jawa Barat

Sangat Baik
Baik
Sedang