Tanggal : 31 Aug 2016

WORKSHOP DATA PRIORITAS DAN SP2TP/SIKDA

Penulis : developer
Dibaca : 1336 Kali

Print Friendly and PDF

Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan Iebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Untuk mengoptimalkan fungsi Puskesmas tersebut maka Puskesmas harus didukung oleh ketersediaan data dan informasi secara cepat, akurat, terkini, berkelanjutan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dukungan data dan informasi tersebut digunakan sebagai masukan sistem perencanaan dan evaluasi program kegiatan sesuai dengan analisis kebutuhan dalam manajemen penyelenggaraan Puskesmas. 

Data dan informasi disediakan melalui penyelenggaraan sistem pencatatan dan pelaporan atau sistem informasi di Puskesmas. Oleh karena itu, diperlukan dukungan sistem informasi di Puskesmas yang mampu menyediakan data dan informasi secara cepat, akurat, terkini, berkelanjutan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dasar hukum yang terkait dengan penyelenggaraan sistem informasi di Puskesmas antara lain Kepmenkes No 63/Menkes/SK/I1/81 tentang Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas, Kepdirjen Binkesmas No 590/BM-Info/V/96 tentang Sistem Informasi Manajemen Puskesmas, Permenkes No 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. 

Kondisi sistem informasi di Puskesmas (SP2TP/SP3/SIMPUS) yang ada saat ini antara lain terdapat berbagai format pencatatan dan pelaporan data yang digunakan oleh Puskesmas, selain itu terdapat beberapa format pelaporan yang dikeluarkan oleh pemegang program di pusat yang berada di luar format pelaporan standar sehingga terkesan tumpang tindih dan tidak dalam satu kesatuan. Akibat keanekaragaman format pencatatan dan pelaporan tersebut maka pengumpulan dan pengolahan data menjadi tidak efisien dan efektif. Agar efisiensi dan efektifitas sistem pencatatan dan pelaporan tersebut tetap terjaga dan memperhatikan tingkat kemudahan implementasi serta pemanfaatan data khususnya di 1 Puskesmas, maka dilakukan upaya penataan melalui review dan revisi format pencatatan dan pelaporan yang ada. Dalam hal ini, review dan revisi pencatatan dan pelaporan tentunya tidak hanya SP2TP/SIMPUS yang diberlakukan berdasarkan Kepmenkes No 63/Menkes/SK/II/81 dan Keputusan Dirjen Binkesmas 590/BM-Info/V/96 (termasuk SP3), tetapi juga semua sistem-sistem pencatatan dan pelaporan atau sistem informasi yang diberlakukan di Puskesmas oleh program-program. 

Revisi pencatatan dan pelaporan tersebut dilakukan dengan cara mengupdate/menambahkan informasi yang dianggap penting sesuai dengan kebutuhan dengan tetap memperhatikan hal-hal positif yang dikembangkan oleh lintas program serta format pencatatan pelaporan yang telah dikembangkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi sesuai dengan kebutuhan perkembangan zaman. Revisi sistem pencatatan dan pelaporan tersebut tentunya mengakomodir berbagai kebutuhan data/informasi untuk manajemen Puskesmas dan pengelolaan program pembangunan kesehatan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Sementara itu, perubahan tatanan pemerintahan, perkembangan permasalahan kesehatan dan sistem kesehatan, dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini juga telah memberikan dampak pada penyelenggaraan sistem informasi di Puskesmas sehingga penataan sistem informasi di Puskesmas secara keseluruhan juga disesuaikan dengan perubahan dan perkembangan. 

Penataan sistem informasi di Puskesmas merupakan bagian dari fokus penguatan sistem informasi kesehatan yaitu penataan data transaksi di fasilitas pelayanan. Hasil penataan sistem informasi di Puskesmas (revisi SP2TP/SP3/SIMPUS) dituangkan ke dalam rancangan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Sistem Informasi Puskesmas yang akan menjadi acuan baru penyelenggaraan Sistem Informasi Kesehatan di Puskesmas. Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan tersebut terdiri atas Batang tubuh Permenkes, Lampiran I mengenai pencatatan, Lampiran II mengenai pelaporan, dan Lampiran III mengenai pemanfaatan data. Dalam rangka penerapan SIP agar segera dapat digunakan di seluruh Indonesia, dilakukan berbagai rangkaian kegiatan seperti sosialisasi dan pelatihan agar acuan baru penyelenggaraan sistem informasi di Puskesmas diketahui dan dilaksanakan oleh jajaran kesehatan di daerah. 

Sistem Informasi Puskesmas akan lebih efektif dan efisien apabila dalam pelaksanaannya menggunakan aplikasi pelaporan yang mencakup seluruh kebutuhan pelaporan di Puskesmas. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia telah mengembangkan Aplikasi Pelaporan di Puskesmas yaitu SIKDA Generik yang  dalam perkembangannya telah disesuaikan dengan SIP. Selain Sikda Generik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengembangkan pelaporan berbasis web yang dikenal dengan Komunikasi Data Prioritas sebagai pelaporan tingkat pusat dan pelaporan Menteri Kesehatan terhadap Presiden. Workshop Komdat SP2TP/Sikda (SIP) ini berguna untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan data Puskesmas kepada petugas Sistem Informasi Kesehatan dan petugas lain yang terlibat dalam penyelenggaraan SIP. 

Kegiatan ini dilaksanakan melalui Sosialisasi dan Simulasi kepada petugas yang terlibat dalam penyelenggaraan Sistem Informasi Puskesmas (SIP) di tingkat Kabupaten/Kota agar mampu mengelola data Puskesmas yang mencakup pengelolaan, pencatatan dan pengelolaan pelaporan, penerapan Sikda Generik dan Komunikasi Data Prioritas. Tujuan dari Workshop ini adalah petugas pengelola Data Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota dapat menerapkan Pelaporan Sisten Informasi Puskesmas, mengenal aplikasi Sistem Informasi Sikda Generik serta mendapat informasi perkembangan terbaru aplikasi Komunikasi Data Prioritas .

Setelah mengikuti pelatihan, diharapkan peserta dapat lebih mengenal dan mampu menerapkan Sistem Informasi Puskesmas (SIP), mengenal aplikasi Sikda Generik dan mampu mengoperasikan aplikasi tersebut dan menjadi acuan standar jika akan mengembangkan aplikasi sejenis, serta mendapatkan informasi terbaru mengenai Aplikasi Komunikasi Data Prioritas (Komdat). Adapun materi yang disampaikan dalam workshop ini meliputi Kebijakan Sistem Informasi Kesehatan, Simulasi Sistem Informasi Puskesmas, Simulasi Aplikasi Komdat serta Simulasi Aplikasi Sikda Generik (SIP Eletronik). Workshop ini diselenggarakan dalam waktu 3 (tiga) hari mulai tanggal 24 sampai dengan tanggal 26 Agustus 2016 dengan tempat pelaksanaan di Grand Citra Hotel Kabupaten Karawang.


Post Terkait

Poling

Menurut anda Tampilan Web site Diskes Provinsi Jawa Barat

Sangat Baik
Baik
Sedang