Tanggal : 06 Jul 2015

Persiapan Pengamanan Arus Mudik Lebaran Bidang Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 1436h / 2015 M

Penulis : adesupriadi
Dibaca : 5005 Kali

Print Friendly and PDF
PERSIAPAN  PENGAMANAN  ARUS  MUDIK  LEBARAN  BIDANG   KESEHATAN
DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA BARAT TAHUN  1436H / 2015 M


A. Dasar Kebijakan
  1. Instruksi presiden no. 3 tahun 2004 tentang koordinasi penyelenggaraan  angkutan lebaran terpadu
  2. Istruksi presiden no. 4 tahun 2013 tentang dekade aksi keselamatan jalan
  3. Peraturan menteri kesehatan no. 61 tahun 2013 paragraf 8: kesehatan pada arus mudik pasal 14 kesehatan matra pada arus mudik meliputi:   persiapan, selama arus mudik  dan arus balik
B. Tugas Dinas Kesehatan
Sesuai inpres R.I  No. 3 tahun 2004 tentang koordinasi penyelenggaraan angkutan lebaran terpadu
Meningkatkan kegiatan pelayanan kesehatan pada fasilitas yang ada dan pada tempat-tempat yang diperlukan pada jalur angkutan lebaran

C. Tujuan Penyelenggaraan Kesehatan Pada Mudik Lebaran
Tujuan Umum
Terselenggaranya pengendalian penyakit dan faktor risiko kesehatan pada arus mudik untuk menurunkan kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat kecelakaan

Tujuan Khusus:
Terlaksananya kesiapsiagaan penyelenggaraan kesehatan arus mudik
Terlaksananya koordinasi penyelenggaraan kesehatan arus mudik antara lintas program dan lintas sektor terkait
Tersedianya akses pelayanan kesehatan pada arus mudik
Terlaksananya pengendalian penyakit, kecelakaan, dan pencegahan KLB yang merupakan dampak kegiatan arus mudik
Terlaksananya upaya pengendalian kesehatan lingkungan di tempat-tempat umum (TTU) dan tempat pengolahan 
         makanan (TPM) 

D. Sasaran Penyelenggaraan Kesehatan Pada Mudik Lebaran
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Lintas Program/Lintas Sektor terkait
Unit Pelayanan Teknis/UPT Kantor Kesehatan Pelabuhan/KKP dan Balai Besar/Balai Teknik Kesehatan Lingkungan 
        /B/BTKL

E. Kebijakan
  1. Peningkatan upaya promotif dalam penyelenggaraan kesehatan arus mudik
  2. Peningkatan upaya preventif dalam penyelenggaraan kesehatan arus mudik meliputi kegiatan surveilans penyakit dan faktor risiko kesehatan
  3. Peningkatan upaya pelayanan kesehatan dalam penyelenggaraan kesehatan arus mudik dengan membentuk dan mengintensifkan pos kesehatan di sepanjang jalur mudik
  4. Peningkatan kemitraan dengan lintas program dan lintas sektor serta swasta

F. Strategi
  1. Penyiapan panduan penyelenggaraan kesehatan arus mudik 
  2. Advokasi dan sosialisasi untuk mendapatkan dukungan dari pemegang kebijakan di semua tingkat administrasi. 
  3. Menyediakan media Komunikasi Informasi dan Edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan sasaran para pelaku perjalanan (pemudik). 
  4. Melakukan pemeriksaan faktor risiko kesehatan pra kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan paska kegiatan arus mudik di tempat-tempat umum (terminal, stasiun, pelabuhan laut, bandara, dll) dan tempat pengolahan makanan/TPM.
  5. Pemantauan data tentang morbiditas dan mortalitas penyakit dalam periode  arus mudik memanfaatkan  Sistem Kewaspadaan Dini KLB dan Surveilans Penyakit.
  6. Menyediakan dan mendistribusikan logistik ke daerah sasaran sesuai kebutuhan.
  7. Melaksanakan monitoring dan evaluasi.

G. Pokok Kegiatan

Pra Mudik Lebaran : 
1. Identifikasi dan pemetaan  sumber daya 
2. Identifikasi potensi masalah
3. Koordinasi LP/LS
4. Penyediaan Media KIE
5. Pemeriksaan Sanitasi Makanan/minuman dan Lingkungan
6. Pemeriksaan Deteksi Dini Faktor Risiko Kecelakaan Pada Pengemudi
7. Sistem Kewaspadaan Dini/SKD
8. Pembentukan Pos Kesehatan 
9. Pengiriman Logistik 

Saat Mudik Lebaran :
1. Promosi Kesehatan melalui Media KIE
2. Pelayanan Kesehatan
3. Pemeriksaan Sanitasi Makanan/minuman dan Lingkungan
4. Pemeriksaan Deteksi Dini Faktor Risiko Kecelakaan Pada Pengemudi
5. Pengiriman Logistik
6. Pemantauan Pos Kesehatan

Paska Mudik Lebaran :
1. Pencatatan dan Pelaporan
2. Evaluasi
3. Pembinaan dan Pengawasan 

H. Tupoksi Dinas Kesehatan Provinsi  Jawa Barat Dalam Pengamanan  Arus Mudik/ Balik
  1. Koordinasi Lintas Sektor Tingkat Provinsi (24 Juni 2015 di Polda Jabar dan di Dishub Provinsi Jawa Barat)
  2. Koordinasi   dengan dalam Pelayanan Kesehatan   arus Mudik lebaran dengan mengirim surat kesiapsiagaan (16 Juni 2015)
  3. Memantau jalannya pelayanan Kesehatan arus  mudik  Idul Fitri dengan prioritas  jalur utara (Pantura), jalur   tengah dan jalur selatan (mulai  tgl 8 Juli 2015)
  4. Melaksanakan kewaspadaan/Survelans Penyakit Potensial KLB dan berisiko terjadi penularan antar Kabupaten/ Kota dan antar Provinsi (Koord dg Dinkes Kab/Kota, laporan mingguan tiap hari Selasa)

I. Tupoksi Dinas Kesehatan Kab/ Kota Dalam Pengamanan  Hari Raya Idul Fitri
  1. Koordinasi Lintas Sektoral Tingkat Kab/Kota, dengan     Dinkes  Provinsi   dalam peningkatan pelayanan kesehatan Arus mudik.
  2. Koordinasi dengan RUMAH SAKIT dalam penangan Rujukan
  3. Membentuk Tim Penanganan Arus Mudik Idul Fitri Bidang Kesehatan   Kab/Kota
  4. Mengkoordinir pelayanan kesehatan  Puskesmas, dan  Membentuk Pos pelayanan Kesehatan (POSKES/ POSKO) Arus Mudik Idul fitri
  5. Melaksanakan  kewaspadaan/Survelans Penyakit  Potensial   Kejadi Luar Biasa (KLB).

J. Kegiatan

Mulai Pra Hari  Idul Fitri (mulai tanggal 8 Juli 2015/ H-8)
  1. Memantau kesiapan ke  Kabupaten/ Kota prioritas.
  2. Mengadakan pemeriksaan dan pengambilan sampel  Faktor rIsiko  kecelakaan (Tensi, alkohol, ampetamin) pd pengemudi AKAP di terminal Cicaheum, Lewipanjang)  bersama dgn  Kemenkes, Kemenhub dan Kepolisian , Serta di terminal Kota Sukabumi, Tasikmalaya dan Garut (Dana Dekon/ APBN).
  3. Meningkatkan Koordinasi kewaspadaan dan pengamatan penyakit menular dan penyakit potensial  KLB  Diare & penyakit menular lainnya dengan Dinkes Kab/Kot dan Kemnkes.
  4. Memenuhi kebutuhan Dinkes Kab/ Kota untuk penyelenggaraan Poskes berupa obat-obatan, Mobil Klinik (Kb. Karawang), distribusi  kantong sampah.
  5. Melaksanakan Pos Komunikasi Dinkes Provinsi Jawa Barat.
  6. Meningkatkan koordinasi  dan komunikasi  lintas sektoral di Provinsi.

Saat  Idul Fitri  / Hari H
1. Memantau kegiatan Pelayanan di  Poskes di jalur Utara, tengah  dan selatan .
2. Meningkatkan koordinasi dgn Kab/Kota dlm   Kewaspadaan   terjadinya KLB penyakit   menular terutama diare .
3. Mensiagakan  Pos Komunikasi di Provinsi Jawa Barat .

 Pasca  Idul fitri (sampai tanggal 26 Juli 2015/  H+10)
  1. Meningkatkan koordinasi dgn Kab/Kota dlm kewaspadaan dini (SKD) KLB Diare  dan penyakit menular lainnya 
  2. Berkoordinasi dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan memperoleh informasi kejadian  Kecelakaan  Lalu  lintas selama H-7 dan H+7 
  3. Mensiagakan Pos Komunikasi di Dinkes Prov. Jawa   Barat, jalan Pasteur No. 25 Bandung, Telp 022- 4230353

K. Kesiap Siagaan Kab/Kota  Dalam  Pelayanan  Kesehatan Idul Fitri 1436 H Tahun 2015
Jumlah Puskesmas Siaga  lebaran di Jawa barat sebanyak 500 Puskesmas,  Puskesmas di jalur mudik balik 324 Puskesmas, Pos Kesehatan terpadu  203 Pos, Rumah Sakit  72 RSU, dengan jumlah personil 3.677 Perawat, 738 dokter, tenaga kesehatan  lainnya 2.400 org, dan penyiagaan ambulan 542 unit

L. Media Penyampaian Informasi – Dinkes  Jabar

  Telepon /Faksimili  (022 4212900) 
  Radio komunikasi (SSB, 2m, 80m, dll)   147.500 MHz, 
  Handphone (sms gate-way) ~ 0811 220 9192
  Call Center  ~ 022-426 1000
  E-mail (p3matra@yahoo.com)
  Web-site (http://www.diskes.jabarprov.go.id)

M. Contact Person
dr. Alma Lucyati, MKes, MSi, MHKes  (0811201305)
dr. Yuzar I.B. Ismoetoto, MM     (08122131424)
Drg. Yus Ruseno, MSc.PH     (082117333304)
Asep Ruhyani, SKM     (08112209788)


File : Mudik_Sehat_2015.pdf


Post Terkait

Poling

Menurut anda Tampilan Web site Diskes Provinsi Jawa Barat

Sangat Baik
Baik
Sedang