Tanggal : 07 May 2015

Binkesmas Dinkes Pangandaran Terapkan UKBM & PHBS

Penulis : admin
Dibaca : 5707 Kali

Print Friendly and PDF

Kepala Bidang Pembinaan Kesehatan Masyarakat (Binkesmas), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Hj. Tini Supriatiningsih, belum lama ini, menyebutkan, pihaknya saat ini membawahi dua seksi, pertama Seksi Promosi Kesehatan (Promkes) dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

“Umumnya, target Binkesmas sudah tercapai. Hanya saja, hampir semua kegiatan terkendala masalah sarana prasarana serta SDM,” katanya.

Kasie Promosi Kesehatan (Promkes), Sobirin, A.M.kep, mengungkapkan, pihaknya sudah melaksanakan sejumlah program, diantaranya Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM), penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta desa siaga.

Upaya Promkes melalui UKBM sendiri, kata Sobirin, capukapannya meliputi 519 Posyandu, 72 Posbindu, 44 Poskesdes, 2 Poskestren, 2 Pos UKK, 6 POD, 2.303 Toga, 38 UKGMD, dan 12 kelompok dana sehat.

Sementara itu, Kasie Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), dr. Yati Nurhayati, menuturkan, kegiatan yang dilakukannya menyasar kepada Posyandu Lansia yang berjumlah sekitar 105 kelompok, dengan total anggotanya mencapai 26.723 orang. Kemudian kelompok dalam binaan sebanyak 2.851, dengan sasaran yang dibina mencapai 1.780 kelompok.

Disamping itu, kata Yati, cakupan kegiatannya juga menyasar ke kalangan dunia pendidikan, khususnya Unit Kesehatan Sekolah (UKS) TK/ RA, sebanyak 109 sekolah dengan jumlah 3.040 orang siswa. UKS SD/ MI, sebanyak 367 sekolah, dengan jumlah siswa mencapai 38.092 orang. UKS SMP/MTs, 45 sekolah, dengan jumlah sisw mencapai 13.529 orang. Selanjutnya 23 UKS SMA/SMK, dengan jumlah siswa mencapai 8.122 orang.

“Kenapa lewat UKS, karena untuk penjaringan kesehatan, pemeriksaan berkala, kesehatan reproduksi, gangguan mental prilaku / tempramen dan kesehatan Gigi,” katanya.

Hasil pendataan di bidang kesehatan gizi, Yati menyebutkan, sebanyak 491 orang mengalami Gizi Lebih, 227 orang mengalami Gizi Kurang, dan 43 orang mengalami Gizi Buruk. Indikator gizi kurang berdasarkan pengukuran Berat Badan/ umur, Balita kurus dihitung berdasarkan BB per TB jumlahnya 115 orang.

“Partisipasi masyarakat terhadap penimbangan Posyandu, angkanya mencapai 85 persen dari target yang hanya 65 persen. Kemudian jumlah kematian Ibu dari tahun ke tahun, antara lain, 8 kasus di tahun 2011, 6 kasus di tahun 2012, 5 kasus di tahun 2013, dan 7 kasus di tahun 2014. Sedangkan kematian anak, 57 kasus pada 2011, 53 kasus pada 2012, 56 kasus pada 2013 dan 51 kasus pada 2014,” katanya.

Sementara itu, sasaran ibu hamil ada 8.016 orang. Yang diperiksa 7.249 orang atau sekitar 83,68 % dari target 97 %. Ibu Hamil Resiko Tinggi Anemia 262 orang. Hamil 4T, yaitu Hamil terlalu Tua sebanyak 386 orang, Hamil terlalu Muda sebanyak 622 orang, Hamil terlalu banyak sebanyak 124 orang, Hamil terlalu Dekat sebanyak 116 orang. Kehamilan yang tidak diinginkan ada sebanyak 195 orang dan Abortus 383 orang.


File :


Post Terkait

Poling

Menurut anda Tampilan Web site Diskes Provinsi Jawa Barat

Sangat Baik
Baik
Sedang