Tanggal : 25 Feb 2015

Melalui Jabar Masagi, Kesehatan Menjadi Urgent

Penulis : admin
Dibaca : 1617 Kali

Print Friendly and PDF

Dalam rangka mensinergikan program kerja antara Dinas Kesehatan Provinsi dengan Kabupaten/Kota, serta seluruh stakeholder di bidang kesehatan seluruh kab/ko di Jawa Barat, Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) 2015. Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, pada Senin (23/2) di Aula Fakultas MIPA Universitas Pendidikan Indonesia, Kota Bandung.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Deddy Mizwar sangat mengapresiasi para Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Direktur Rumah Sakit Umum serta seluruh stakeholder bidang kesehatan yang ada di Jawa Barat atas partisipasinya.

Menurut Wagub, Raker ini merupakan bentuk koordinasi dan sinkronisasi pembangunan kesehatan di Jawa Barat. “Kegiatan ini hakekatnya sebagai media untuk evaluasi kebijakan dan program, koordinasi, sinkronisasi, serta mensinerjikan pembangunan di bidang kesehatan untuk perumusan perencanaan pembangunan bidang kesehatan di Jawa Barat yang berkualitas dan akuntabel, yang pada akhirnya Masyarakat Jawa Barat Sehat Untuk Semua”, papar Wagub.

Lebih lanjut Wagub pun mengatakan bahwa format pelaksanaan tahapan perencanaan pembangunan (termasuk di bidang kesehatan) berbasis multi pihak melalui dialog, koordinasi, sinkronisasi, dan sinerji dengan menerapkan Prinsip Jabar Masagi, yang merepresentasikan pelibatan (involvement) yang kuat dari 4 aktor pembangunan, yaitu: Pemerintah, Dunia Usaha, Akademisi, dan Komunitas berbasis masyarakat, dengan kendali Peraturan Perundang-undangan/ Law and Regulations dengan menggunakan bantuan piranti lunak tingkat Decission Support System (DSS) yaitu RKPDJabarOnline-2101.

Usai membuka acara, dihadapan para awak media Wagub pun menambahkan bahwa pihaknya ingin melalui Jabar Masagi tersebut, dapat menjadikan kesehatan sebagai hal yang sangat urgent, serta dapat menggunakan anggaran kesehatan setiap tahunnya tepat sasaran.

“Goal-nya bagaimana pada dasarnya Jabar Masagi tadi bersama-sama melihat kesehatan menjadi hal sangat urgent. Kita tahu setiap tahun anggaran APBD kita meningkat, tapi bagaimana 10% dari APBD ini tepat sasaran”, ujar Wagub.

Untuk itu, Wagub ingin melalui anggaran tersebut dapat memfasilitasi layanan kesehatan masyarakat-terutama masyarakat miskin Jabar yang saat ini mencapai 9%, sehingga dapat benar-benar bermanfaat. Karena menurut Wagub, kesehatan merupakan hak setiap warga Negara dan dapat menjamin produktivitas masyarakat yang dapat bersaing dengan Negara lain.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Alma Lucyati mengatakan, bahwa anggaran 10% kesehatan yang sudah diterapkan provinsi dapat diikuti oleh Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Untuk itu, Alma pun ingin mensinergikan kewenangan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota tersebut.

“Provinsi saat ini sudah mendapatkan dana 10%, demikian pula diharapkan kabupaten/kota mempunyai dana 10%. Tinggal sekarang kewenangan antara provinsi dan kabupaten/kota yang harus kita agendakan bersama agar dapat tertuang di dalam rencana kerja yang nyata”, ungkap Alma.   

Rakerkesda ini akan digelar pada tanggal 23-25 Februari 2015 di Auditorium Fakultas MIPA UPI dengan mengangkat tema: “Paradigma Sehat Dalam Pelaksanaan Pembangunan Kesehatan” di Provinsi Jawa Barat dengan subtema Sinkronisasi Pelaksanaan Implementasi UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Turut hadir dalam acara ini perwakilan DPRD Jabar, para Kepala OPD Provinsi Jawa Barat, Kepala Biro Terkait Setda Jabar, Direktur RS Al-Ihsan Jabar, Direktur RS Jiwa Jabar, para Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Direktur RS Umum, Direktur RS TNI/Polri/Swasta, serta Organisasi/Asosiasi Profesi di Bidang Kesehatan se-Jawa Barat.


File :


Post Terkait

Poling

Menurut anda Tampilan Web site Diskes Provinsi Jawa Barat

Sangat Baik
Baik
Sedang